Drama Asistensi / Bimbingan Tugas Akhir

M: Mahasiswa
D: Dosen pembimbing

1.
M: “Pak, tolong kasih ide dong”
D: “Siappp! ntar nilainya buat saya ya”
Asistensi itu bukan minta ide dosen. Jadi idenya dari kamu, lalu minta pendapat dosen mengenai ide tersebut. Bukan idenya dari dosen, lalu minta pendapat kamu, kecuali kamu adalah dosennya dosenmu.

2.
M: “Pak saya kepikiran ide: bla bla bla”
D: “Saya merrrasakan getarrran-getarrran ide”
Pembimbing bukan cenayang yang bisa membaca pikirrranmu. Ide dicari & dipersiapkan sejak dari rumah, lalu diajukan dengan ditulis/digambar/diprint, jangan cuma diceritakan/lisan, apalagi menunggu ide dari dosen pas asistensi.

3.
M: “Lho, Pak Topan bilangnya beda dengan Bapak”
D: “Koq bisa?! Padahal kami lahir bersamaan”
Para pembimbing bukan kembar identik, lalu kamu berharap mereka sama pemikirannya?

4.
M: “Pak Roy sudah pilih desain yang ini”
D: “So what?!”
Sudut pandang yang berbeda terhadap suatu karya sebetulnya justru bisa menjadi input bagi penyempurnaan karya itu. Kecuali motivasinya mau lulus dengan cara instan.

5.
M: “Saya sih suka desain saya yang ini”
D: “Saya sih ngga”
Pemula umumnya menilai desain cuma berdasarkan selera suka/tidak suka, bagus/jelek. Profesional menilai desain dari berbagai dimensi (contohnya form, content, context). Bukan cuma indah saja, tapi apakah visualisasinya cocok dengan tema? Medianya sesuai dengan audiens? Karya itu bisa menjawab permasalahan?
Biarkan pembimbing memberi input/masukan, mungkin lebih bermanfaat.

6.
M: “Yang kemarin Bapak suruh, belum saya bikin”
D: “Lah ngapain kamu asistensi?”
Durasi TA sangat terbatas, namun yang dikerjakan sangat banyak: mengetik paper, pergi ke objek penelitian, wawancara klien & nara sumber, mencari teori, membaca buku & web, mendesain konsep visual, merapikan digitalnya, memproduksi/mencetak, dll. Lebih baik tulis semua jadwal kegiatan TA dan jalankan dengan disiplin. Curahkanlah perhatian sepenuhnya untuk puncak perkuliahan yang terakhir kali ini saja. Setelah itu kamu bebas koq.

7.
M: “Pak saya ga ngerti”
D: “Pas kuliah kamu sering bolos ya?”
Asistensi/bimbingan TA bisa berubah jadi kuliah intensif bila dulu mahasiswa tidak memperhatikan. Pembimbing terpaksa mengajari hal yang seharusnya sudah diketahui, Ini jelas akan memperlambat TA mu sendiri. Makanya, kuliahlah yang serius.

Penulis: Surianto Rustan