Tips Mengajukan Topik Tugas Akhir

Berdasarkan pengalaman membimbing & menguji Tugas Akhir (TA), berikut ini ada beberapa tips personal bagi mahasiswa DKV yang akan mengajukan alternatif judul.

1. Pilihlah topik yang aman dari pro-kontra.
Misalnya topik sosial yang berhubungan dengan merokok, LGBT, aborsi, masih pro-kontra di masyarakat. Yang ditakutkan ialah pada saat pembimbingan hingga pengujian tidak pernah tuntas pro-kontra topik tersebut antara mahasiswa VS pembimbing VS penguji. Yang seharusnya semua fokus pada strategi & solusi desain si mahasiswa, jadi teralihkan.

2. Pilihlah tema & objek penelitian yang bobot & lingkupnya cukup besar.
Tugas Akhir adalah puncak dari seluruh perkuliahan. Espektasi pembimbing, penguji & pihak kampus terhadap mahasiswa jauh lebih tinggi dibandingkan mata kuliah biasa. Maka carilah tema & objek penelitian yang bobotnya cukup besar & umum untuk diteliti.
Perancangan identitas sebuah toko kaca kecil di Grogol, Jakarta Barat misalnya, terlalu kecil dibandingkan perancangan sistem identitas Depo Bangunan.

3. Pilihlah tema yang kamu sukai.
Proses Tugas Akhir akan membuat mahasiswa stres, maka pilihlah tema yang memang kamu sukai. Jadi walaupun stres, masih terhibur. Apabila saat mengajukan alternatif judul, semua yang disukai tidak terpilih, jangan menyerah, ajukan lagi tema lain yang disukai. Jangan terima begitu saja tawaran tema/judul dari dosen padahal kamu tidak suka. Mengerjakan TA dengan penyesalan, hasilnya bisa tambah buruk & stress.

4. Pilihlah objek penelitian/klien yang mudah didapat datanya.
Seperti dalam peperangan, data/informasi yang lengkap tentang musuh, ibarat senjata penjamin kemenangan. Karena pada saat sidang, argumen mahasiswa yang diperkuat dengan bukti data, akan sulit dipatahkan penguji.

Penulis: Surianto Rustan